Senin, 11 November 2013

IT bagi Guru; Antara Biaya dan Upaya



IT bagi Guru; Antara Biaya dan Upaya
HM. Muntahibun Nafis

Derap langkah kaki kemajuan dan perkembangan dunia ini semakin cepat. Manusia disuguhkan dengan berbagai pilihan “menu” kehidupan yang beranekaragam. Keanekaragaman tersebut tidak jarang membingungkan dan bahkan dalam kondisi tertentu malah menjadikan manusia kehilangan martabatnya. Hal tersebut dikarenakan manusia tidak mampu menempatkan dirinya menjadi subjek dari kemajuan tersebut. Manusia terkadang menjadi obyek dari kemajuan. Misalnya saja ketika manusia dihadapkan oleh kemajuan modernisasi seperti kemajuan Informasi dan teknologi (IT), manusia tidak mampu menjadikan IT sebagai sarana yang bisa bermanfaat bagi kehidupannya, manusia malah merusak martabat dan kehidupannya. Contohnya ketika IT malah menjadi perusak ekosistem dan merusak moral generasi penerus.
Pendidikan sebagai salah satu segi kehidupan manusia yang mampu membangun peradaban yang lebih baik memiliki peran penting yang tidak bisa dikesampingkan. Melalui pendidikan diharapkan manusia mampu menjadi “khalifah” di muka bumi ini dengan sebaik-baiknya. Sebagai seorang khalifah, tentu yang menjadi perhatian yaitu bagaimana ia bisa menempatkan dirinya sebagai uswah hasanah bahkan menjadi pioneer terdepan. Sehingga tatanan masyarakat mampu tertata dengan kondusif sebagaiaman situasi dan kondisi masing-masing. Ketika membahas pandidikan, maka gurulah yang memiliki peran penting proses memanusiakan manusia tersebut. Guru pemegang kunci akan keberhasilan proses membangun peradaban yang dimaksudkan.
Seiring perkembangan zaman sekarang ini yang mengalir begitu deras, tentu hal itu harus direspon positif oleh para pendidik. Respon tersebut salah satunya adalah dengan penguasaan IT sebagai salah satu kompetensi yang harus dipenuhinya. IT harus sudah include dalam diri pendidik, sehingga pembelajaran yang berlangsung akan lebih dinamis. Selama ini, IT menjadi salah satu momok menakutkan bagi beberapa pendidik, karena dianggap membutuhkan banyak biaya, banyak latihan dan tenaga ekstra untuk menguasainya. Padahal, ketika IT sudah menjadi salah satu kompetensi dan ketrampilan pendidik, maka proses pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Pendidik akan lebih dimudahakan untuk mencapai target dan tujuan pendidikan yang sudah direncanakan.
Dalam pembelajaran, seorang pendidik dituntut menguasai berbagai ketrampilan mendesain materi yang diajarkan. Desain pembelajaran ini memiliki peran penting bagi peserta didik untuk memahami dan menguasai materi yang diajarkan oleh pendidik. Sehingga pendidik yang kreatif dan inovatif dalam mendesain sebuah materi, akan mampu memaksimalkan rancangan pembelajaran yang sudah dibuat. Dengan desain yang baik, peserta didik tidak akan pernah mengalami kebosanan, ngantuk, dan ramai sendiri di kelas. Ibarat sebuah menu makanan, maka ketika menu tersebut disajikan dengan bentuk yang menarik, menjadikan orang yang akan mengkonsumsinya pun akan tertarik dan bahkan siap menyantapnya dengan lahap.
Desain materi membutuhkan kecerdasan dan kecermatan dari pendidik. Satu hal yang bisa diupayakan adalah dengan memanfaatkan IT dalam proses pembelajarannya. Banyak kemudahan yang ditawarkan untuk dapat dipergunakan. Penggunaan IT dalam proses pembelajaran tidak banyak membutuhkan biaya, namun yang dibutuhkan adalah upaya, semangat dan kemauan dari pendidik. Pendidik membutuhkan sedikit waktunya untuk mau menyusun dan merancang pembelajaran yang ada. Hal inilah yang sebenarnya pada saat sekarang ini harus direspon oleh dunia pendidikan, khususnya oleh para pendidik. Bagi pemerintah, yang bisa dilakukan adalah dengan berbagai keberpihakan dalam kebijakan dan aturan yang disusun.  

4 komentar: